Antioksidan adalah senyawa yang berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Radikal bebas terbentuk secara alami dalam tubuh melalui proses metabolisme, dan juga bisa dipicu oleh faktor eksternal seperti polusi, asap rokok, sinar UV, dan paparan bahan kimia. Radikal bebas tidak stabil dan sangat reaktif karena memiliki elektron yang tidak berpasangan. Untuk menstabilkan diri, radikal bebas akan “mencuri” elektron dari molekul lain, seperti DNA, protein, dan lemak dalam sel. Proses inilah yang disebut stres oksidatif. Jika tidak terkontrol, stres oksidatif dapat merusak sel, otot, organ, jaringan tubuh sehingga memunculkan berbagai penyakit dan permasalahan kesehatan lainnya. Jadi radikal bebas sangat berbahaya.

Peran antioksidan sangat krusial dalam menaklukkan radikal bebas. Antioksidan bekerja dengan mendonasikan elektronnya kepada radikal bebas tanpa menjadikan antioksidan tersebut tidak stabil. Dengan cara ini, antioksidan menetralkan radikal bebas, mencegahnya merusak sel-sel tubuh, dan menjaga keseimbangan dalam tubuh.

Antioksidan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok utama, yaitu:

  1. Antioksidan Endogen: Diproduksi secara alami oleh tubuh. Contohnya adalah enzim seperti superoxide dismutase (SOD), katalase, dan glutathione peroxidase.
  2. Antioksidan Eksogen: Didapatkan dari luar tubuh, terutama melalui makanan, meliputi:
    • Vitamin: Vitamin C, Vitamin E, dan Vitamin A (beta-karoten) dalam berbagai sayur dan buah-buahan seperti kurma, nanas, dan sebagainya.
    • Mineral: Selenium, tembaga, dan seng. Mineral ini sering disebut kofaktor karena membantu enzim antioksidan endogen bekerja lebih efektif.
    • Fitokimia: Senyawa tumbuhan yang memiliki sifat antioksidan. Contohnya adalah flavonoid (ditemukan dalam teh dan cokelat), likopen (pada tomat), lutein (pada sayuran hijau), dan resveratrol (pada anggur merah).

Mengkonsumsi antioksidan yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari antioksidan:

  • Melindungi dari Penyakit Kronis: Antioksidan membantu mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan stres oksidatif, seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit saraf (misalnya Alzheimer).
  • Mendukung Kesehatan Kulit: Antioksidan seperti Vitamin C dan Vitamin E melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV dan polusi, membantu mengurangi tanda-tanda penuaan seperti keriput dan garis halus.
  • Meningkatkan Fungsi Otak: Beberapa antioksidan dapat melewati penghalang darah-otak dan membantu melindungi sel-sel saraf dari kerusakan, yang penting untuk memori dan fungsi kognitif.
  • Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh: Antioksidan membantu menjaga sel-sel kekebalan tubuh tetap sehat dan berfungsi optimal, sehingga tubuh lebih mampu melawan infeksi.

Cara terbaik untuk mendapatkan antioksidan adalah melalui pola makan seimbang yang kaya akan buah-buahan dan sayuran. Beberapa contoh makanan yang menjadi sumber antioksidan yang baik antara lain:

  • Buah-buahan: Kurma, jeruk, nanas, dan sebagainya.
  • Sayuran Berwarna Cerah: Tomat, paprika, wortel, dan brokoli.
  • Sayuran Hijau Gelap: Bayam, kangkung.
  • Kacang-kacangan dan Biji-bijian: Kacang hijau, kedelai, dan sebagainya.
  • Rempa-rempah: Kunyit, jahe, dan kayu manis.
  • Minuman: Madu, teh.

Antioksidan yang dihasilkan dari proses bio ekstraksi berbagai jenis bahan herbal dapat menaklukkan radikal bebas. Antioksidan sangat penting untuk tubuh Anda agar semakin sehat dan tambah bahagia.

Recent Posts