Sejarah mahusada

Mahusada bermakna anugrah, perantara, wasilah, petunjuk, sarana atau jalan untuk kesehatan dan kesembuhan.
Ramuan herbal ini hadir berawal dari ikhtiar untuk kesembuhan ibu yang menderita komplikasi kesehatan hingga trauma psikologis. Beliau tidak lagi berkenan mengkonsumsi obat kimia dikarenakan efek sampingnya. Berbagai jenis obat-obatan telah beliau konsumsi. Ada tas khusus obat dengan catatan jadwal meminumnya. Pada mulanya, beliau kecelakaan dan mengalami patah tulang, hingga munculnya berbagai penyakit dan masalah lainnya. Masalah terus bertambah dan berdampak pada rusaknya berbagai organ tubuh beliau. Kualitas metabolisme tubuhnya menurun karena faktor efek samping obat dan usia. Sakit kepala parah, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan hingga nyaris buta, sekujur badan bengkak dan menguning, bahkan bola mata dan kuku pun juga menguning, munculnya lebam-lebam hitam di badan, perut kembung, sesak nafas, jantung berdebar-debar, keringat dingin, tulang dan persendian nyeri, dan masih banyak lagi permasalahan lainnya. Banyak sekali jenis obat-obatan kimia yang telah diresepkan dan dikonsumsi. Namun kondisi beliau saat itu justru semakin menurun. Karena itulah beliau mengalami trauma dan tidak lagi berkenan mengkonsumsi obat-obatan kimia lagi. Yang dibayangkannya adalah datangnya kematian. Dalam kondisi yang sangat lemah, beliau meminta untuk dibuatkan ramuan, namun saya tidak tahu harus meramu apa. Sangat menyedihkan.

Saya tidak tahu harus meramu apa. Ikhtiar terus dilakukan. Doa terus dipanjatkan. Alhamdulillah, Allah SWT menganugerahkan petunjuk untuk meramu berbagai bahan alami. Terilhami dari budaya jawa kuno, dan lahirlah mahusada, suatu produk natural, alami, tanpa bahan kimia obat (tanpa BKO). Terinspirasi dari resep kuno tersebut, ada kearifan lokal di setiap prosesnya. Produk ini tidak hanya tentang kualitas dan manfaatnya, tapi juga tentang dharma bakti dan warisan budaya nusantara.

Mahusada adalah warisan budaya jawa kuno. Mahusada sebagai jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Ini adalah cara kami merayakan kekayaan budaya nusantara dan memastikan warisan leluhur tetap hidup, lestari dan relevan di era modern. Sejarah membuktikan bahwa budaya dan peradaban nusantara ini sangat luar biasa. Peradaban yang maju pasti memiliki selera seni yang tinggi. Contohnya, Gamelan dan wayang, bukti cita rasa seni tinggi tiada banding yang tetap lestari. Di setiap peradaban besar, pasti di dalamnya kaya akan keilmuan tentang pengobatan, pertanian, dan sebagainya. Konon, ilmu tentang pengobatan oleh para Brahmana dihimpun dalam kitab-kitab kuno, ditulis dalam lembaran lontar, bambu, kulit, daluang dan sebagainya oleh para Putut, Janggan dan Cantrik, disebarkan kepada masyarakat melalui tembang, suluk, gending, lakon, dongeng, dan adat istiadat lainnya. Karena itulah peradaban nusantara sangat luar biasa, membentang luas hingga Madagaskar dan kepulauan-kepulauan Pasifik.

Saat awal mengonsumsi mahusada, bisa jadi muncul pengalaman yang disebut detoksifikasi. Hal ini bukan efek samping negatif herbal, melainkan respons alami tubuh yang sedang menyesuaikan diri dan membersihkan diri dari timbunan racun dan berbagai zat-zat berbahaya di dalam tubuh. Semakin banyak timbunan racun di dalam tubuh maka proses detoksifikasinya semakin lama. Saat dulu awal mengkonsumsi, detoksifikasi yang dialami oleh ibu adalah sekujur badan berkeringat, sesak nafas, sering buang air kecil dan besar, sendi dan otot terasa capek, dan pusing. Hal itu berlangsung selama 8 hari dengan intensitas yang semakin menurun, artinya detoksifikasi hari kedua tidak seberat hari pertama dan seterusnya, hingga di hari ke delapan sudah merasa jauh lebih sehat badannya. Detoksifikasi bukan untuk ditakuti. Detoksifikasi harus dilalui dengan sabar. Orang yang ingin sehat harus sabar. Hampir setiap orang yang kami temui memiliki keluhan kesehatannya masing-masing. Beliau juga membagikan ramuan tersebut ke yang membutuhkan dan mereka merasakan manfaatnya. Banyak pihak yang telah merasakan manfaatnya, mereka memotivasi kami untuk mengembangkan mahusada agar manfaatnya dapat tersebar luas dan membantu banyak orang. Sehat tidak harus rumit dan mahal. Sehat bisa secara sederhana dan sangat terjangkau. Semua orang berhak sehat. Semua orang berhak bahagia.

Pengalaman detoksifikasi setiap orang berbeda-beda sesuai kondisinya. Semakin sehat, semakin ringan detoksifikasinya. Tingkat detoksifikasi dapat menjadi indikator awal parah tidaknya kondisi kesehatannya. Alhamdulillah, sekarang ibu sudah sehat wal afiat, dan aktif olahraga senam lansia dan jalan pagi. Kami sekeluarga rutin mengkonsumsi mahusada setiap hari untuk menjaga kesehatan tubuh. Anak-anak kami sangat suka minum mahusada sirup dengan teh manis hangat. Saat mengalami masalah di kulit, kami gunakan mahusada krim probiotik. Krim tersebut dapat digunakan untuk masker wajah.

Tidak ada yang lebih meyakinkan daripada apa yang kita alami sendiri. Manfaat mahusada yang dirasakan setiap orang berbeda-beda. Banyak sekali cerita manfaat mahusda yang kami terima. Oleh karena banyaknya cerita tersebut, kami tidak menuliskan manfaatnya di dalam kemasan produk agar tidak dianggap overclaim. Sudah terlalu banyak beredar produk yang overclaim di pasaran, dan akhirnya justru merusak reputasi herbal. Mahusada jujur apa adanya. Biarlah murni pengalaman nyata setiap orang yang bercerita.

Mahusada adalah sahabat siapapun yang ingin hidup sehat agar tambah bahagia. Semoga kehidupan anda dan keluarga penuh keberkahan, sehat, panjang umur, rizki melimpah, penuh kedamaian dan tambah bahagia.

Salam,
mahusada